√ 9 Kesalahan Investor Crypto Pemula yang Harus Anda Tahu

Investor crypto pemula


Cryptocurrency adalah aset digital yang bekerja sebagai media pertukaran, media ini menggunakan kriptografi yang kuat sehingga bisa mengamankan transaksi keuangan dan verifikasi transfer aset.

Ada beberapa mata uang kripto yang bisa anda gunakan untuk investasi, diantaranya ethereum, cardano, dogecoin, litecoin, ripple, stellar, monero, tron, bitcoin dan tether. Mata uang kripto yang paling terkenal adalah bitcoin.

Pada kesempatan kali ini, Magersena akan memberitahu kesalahan investor crypto pemula yang harus anda ketahui sebagai investor crypto.

1. Mengira trading = investasi

Kesalahan Investor Crypto Pemula adalah mengira bahwa trading sama dengan investasi padahal ini adalah dua aktivitas yang jauh berbeda. Investasi itu membeli aset crypto atau aset lainnya untuk jangka waktu yang panjang sedangkan trading adalah berdagang, membeli aset crypto dalam jangka pendek lalu dijual kembali untuk mendapatkan selisih harga jual dan harga beli.

Jadi, trader bukan investor dan investor bukan trader. Tapi, anda bisa menjadi investor dan trader atau trader dan sebagian hasil masukan ke investasi.

2. Tidak DYOR

DYOR kepanjangan dari Do Your Own Research, jangan percaya pada siapapun baik pakar, influencer, orang terdekat dan lain-lain. Anda harus kerjakan semuanya sendiri dan jangan tergantung pada orang lain, jangan membeli koin atau token hanya karena review di Instagram atau YouTube.

Anda harus riset sendiri dan mengambil keputusan pada suatu aset crypto, ambil tindakan berdasarkan keyakinan sendiri dan jangan dengarkan kata teman, pakar, youtuber dan lainnya. Jangan sampai saat koin boncos, anda menyalahkan orang lain.

3. Screenshot portfolio

Sering screenshot portfolio dan upload ke sosial media adalah hal yang salah, jangan sekali-kali anda pamer aset crypto di sosmed karena prinsip aset crypto adalah anonymous, orang lain tidak perlu tahu jumlah aset crypto yang anda punya.

Jangan membuka diri dengan memberi tahu jumlah aset crypto anda pada orang lain, lebih baik simpan untuk diri sendiri atau bagikan ke inner circle seperti istri, anak, kakak, adik dan lain-lain.

4. Memakai uang panas

Semua investasi harus menggunakan uang dingin yaitu uang yang tidak kita gunakan dalam jangka panjang dan siap kehilangan 100% uang tersebut. Jika anda tidak siap kehilangan uang itu artinya bukan uang dingin.

Investasi crypto adalah investasi yang high risk, jadi anda tidak boleh menggunakan uang kuliah, uang istri, uang dapur dan lainnya. Gunakan uang dingin untuk investasi crypto supaya saat uang tersebut hilang, anda tidak menyesal sama sekali.

5. Lupa keyphrase

Keyphrase adalah password untuk mengakses wallet yang berisi 12-24 kata. Hal ini sangat penting untuk anda yang menyimpan aset crypto di wallet, anda harus menulis keyphrase di atas kertas lalu simpan di tempat yang sangat aman.

Baca juga : 9 situs mining bitcoin gratis yang terpercaya dan membayar

Anda harus menulis keyphrase di kertas bukan di screenshot atau ditulis di Google keep karena smartphone sewaktu-waktu bisa hang atau error. Tanpa keyphrase, anda tidak akan bisa mengakses wallet apapun alasannya.

6. Backup key google

Selain keyphrase, ada hal lain yang harus anda backup yaitu key google, backup key akun google bertujuan untuk mendapatkan kembali google authenticator. Tanpa google authenticator, anda tidak akan bisa deposit, withdraw dan transfer. 

Anda bisa menemukan backup akun google di menu security yang ada di dalam akun google. Pertama, anda masuk ke bagian pengaturan akun google > pilih menu security > pilih 2 step verification > jika anda ingin ganti ponsel bisa pilih change phone dan scan barcode, untuk menampilkan backup code pilih show codes.

Setelah mendapatkan backup key google, anda harus tulis tangan di atas kertas supaya meminimalisir potensi terjadinya hack pada akun anda.

7. Fokus 1 koin saja

Anda harus membagi resiko dengan tidak investasi di satu koin saja, apalagi koin yang anda beli adalah koin micin atau shitcoin. Usahakan 70% portfolio anda adalah koin yang mempunyai fundamental yang baik.

Shitcoin bagus untuk jangka pendek tapi resikonya jauh lebih besar. Anda yang main shitcoin harus disiplin dengan strategi, jangan lupa pilih angka tertentu untuk cutloss. Sedangkan untuk investasi aman jangka panjang, anda bisa fokus di 30 kin teratas di coinnarketcap.com.

8. Salah exchange

Ada exchange yang membawa lari uang konsumen dan ada exchange yang terkena hack seperti mt.Gox dan coincheck. Pastikan exchange anda adalah exchange yang mempunyai liquiditi yang baik dan bisa menyimpan koin di tempat yang paling aman.

Kita memang tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, exchange terbesar di dunia seperti mt.gox bisa runtuh. Lebih baik anda bagi portfolio pada beberapa exchange, suatu exchange pasti mengalami maintenance mungkin ada masalah pada server atau di hack.

Jangan sampai anda kehilangan 100% aset dan momentum jual beli hanya karena menaruh 100% aset di satu exchange saja. 

9. Fanatik

Jangan fanatik dengan crypto, anda boleh suka crypto tapi jangan menjelekkan kendaraan investasi lain. Tetap divers mengamankan aset dan membagi resiko dengan berinvestasi di aset-aset lain. Anda harus coba investasi lain seperti properti, Reksadana, emas dan saham.

Tidak ada market yang bullish terus dan market yang bearish terus. Ada yang namanya economic cycle, misalnya properti bagus, emas bagus, crypto jelek dan di lain waktu crypto menjadi bagus sedangkan properti dan emas jadi jelek.

Get notifications from this blog

PALING VIRAL  Belajar Dasar Javascript Bahasa Indonesia


Related Posts

Bisnis