Robot Trading Tidak Bisa Baca Kondisi yang Pengaruhi Saham

Teknologi berkembang pesat turut dirasakan di industri pasar modal. Investasi pun seolah-olah semakin mudah dengan mengandalkan sistem robot trading. Namun, penggunaannya bukan jaminan selalu dapat cuan.

BURSA Efek Indonesia (BEI) telah memperbolehkan perusahaan sekuritas anggota bursa (AB) untuk menggunakan fitur automated ordering (pesanan otomatis). Fitur otomatisasi tersebut termasuk direct market access (DMA) atau algoritma trading yang lebih dikenal sebagai robot trading.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan, istilah tersebut sering disalahgunakan untuk menggaet pasar. Terutama para investor pemula. Kehadiran robot trading menimbulkan asumsi bahwa bisa mencari celah keuntungan di tengah pasar yang tidak efisien. Namun, kondisinya akan berbeda ketika semakin banyak investor yang memakai sistem tersebut. ’’Semakin sulit mendapat untung besar,” tuturnya.

PALING VIRAL  Mengapa Banyak Reksadana Saham Kinerjanya di Bawah Acuan?

Selain itu, banyak faktor yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan robot trading. Sistem tidak bisa membaca kondisi riil yang memengaruhi pergerakan saham.

’’Sementara itu, ada juga platform yang mengaku robot trading, padahal penipuan atau hanya menggunakan mekanisme biasa,’’ jelas Bhima kepada Jawa Pos Jumat (29/10).

PALING VIRAL  Cara Bermain Saham Hanya dengan Modal Kecil

Dia mengimbau para calon investor harus jeli. Mereka harus bisa membedakan yang benar-benar robot trading atau gimmick marketing. Yang terpenting adalah memahami dulu cara kerja, track record, legalitas, dan fee aplikasi robot trading tersebut. Setelah itu, melihat keuntungan dengan jenis investasi lainnya.

Lulusan University of Bradford itu menegaskan, jika ada sistem robot trading yang menargetkan keuntungan sampai 40 persen per bulan, investor wajib curiga. ’’Padahal, reksa dana saham yang paling bagus cuma 15–20 persen per tahun. Itu bisa jadi investasi bodong,’’ tegasnya.

PALING VIRAL  Tips Dari PPI Bermain Saham Biar Gak Boncos

Hal senada juga disampaikan Advisor Pengembangan Bisnis BEI Poltak Hotradero. Seolah-olah menggunakan robot trading akan lebih cuan (untung). Padahal, itu semua belum terverifikasi benar. ’’Ya, sampai keadaan gimana? Konsistensinya seberapa? Itu kan perlu jadi pertanyaan,’’ tegasnya.

Poltak menyebutkan, pemahaman masyarakat bahwa robot trading memudahkan investasi, tidak perlu repot memilih instrumen investasi, dan menghasilkan keuntungan tinggi itu salah besar. Yang ada banyak sistem automated trader. Program untuk mengotomatiskan transaksi dan pelaporan. Dengan demikian, nasabah tidak kehilangan momentum untuk bertransaksi saham.

Leave a Reply