Wow! Beli Saham Amazon Rp 16 Juta, Bisa Cuan Rp 15 M

Buat kebanyakan masyarakat Indonesia, investasi saham memang belum populer. Padahal jika investasi saham tersebut dilakukan dalam kurun waktu panjang, hasilnya jauh melebihi tabungan.

Seandainya anda berinvestasi di Amazon.com Inc (AMZN), perusahaan e-commerce terbesar dunia yang baru-baru ini berhasil meyalip Google dan Apple sebagai merek paling bernilai di dunia, tentu anda bisa membukukan keuntungan yang sangat besar.

Saat ini, valuasi Amazon sudah mencapai US$ 315,5 miliar atau setara Rp 4.480,1 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$). Sementara Apple dan Google masing-masing berharga US$ 309,5 miliar dan US$ 309 miliar.

Sebelumnya, Google dan Apple selalu berada di posisi dua teratas dalam 12 tahun terakhir, dimana tahun lalu posisi Jawara diduduki oleh Google.

Perolehan tersebut berdasarkan hasil penelitian BrandZ Top 100 Most Valuable Global Brand 2019 yang dikeluarkan lembaga riset Kantar, seperti dikutip CNBC International, Selasa (11/6/2019).

Terlebih lagi, pada April, AMZN mengumumkan rencananya untuk membangun jaringan yang terdiri dari lebih dari 3.000 satelit bernama ‘Proyek Kuiper’, dimana ini merupakan upaya ambisius perusahaan untuk menyediakan akses internet global, dilansir CNBC International.

PALING VIRAL  Tips Main Saham Online Buat Investor Pemula, Dijamin Aman dan Cuan

Meskipun penuh dengan risiko karena biaya modal yang mencapai miliaran dolar, Bezos mengatakan proyek ini adalah ‘bisnis yang sangat bagus untuk AMZN’. Jika sukses, maka jaringan satelit tersebut dapat memberikan akses internet di daerah pedesaan dan daerah terpencil.

Dengan prestasi dan rencana ekspansi bisnis, berinvestasi pada saham Bezos untuk jangka panjang, tampaknya cukup menarik. Padahal pada awal tahun 2000, Amazon merupakan pionir masuknya perusahaan teknologi ke bursa saham yang dikenal era booming dotcom.

Namun waktu itu penetrasi internet belum sedahsyat saat ini, harga saham-saham teknologi seperti Amazon dan lain-lain berguguran dan tak bernilai.

Sejalan dengan waktu, kiprah Amazon terus berkembang yang tadinya terkenal hanya dengan jual beli buku berkembang pesat menjual semua hal yang bisa dijual di muka bumi ini.

Harga saham Amazon pun perlahan mulai beranjak naik. Mari kita coba buat simulasi imbal hasil yang dapat dikantongi investor yang memiliki saham AMZN.

PALING VIRAL  Jenis-jenis Saham yang Bisa Dipilih Investor Pemula

Berdasar tabel di atas, jika berinvestasi US$ 10.000 atau setara Rp 142 juta, setidaknya sejak awal tahun ini, maka investor sudah mampu mengantongi cuan setara Rp 33,41 juta. Hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan, sekitar 23,53% dana investasi sudah kembali.

Bahkan bila investasi dimulai sejak AMZN menjadi perusahaan publik, maka imbal hasil yang diraup investor lebih dari 100 kali lipat (10.207,33%) dengan catatan belum ada penyesuaian kurs.

Patut diingat, terdapat faktor risiko selisih nilai tukar ketika berinvestasi pada saham dengan denominasi selain rupiah, di mana selisih nilai tukar tersebut dapat mengikis atau mendongkrak imbal hasil yang diperoleh.

Nah, bagaimana jika memasukkan asumsi apresiasi dolar terhadap rupiah di tahun tersebut?

Dengan harga saham perdana AMZN yakni US$ 18/saham saat IPO, maka dengan dana misalnya US$ 10.000, investor mendapatkan 556 saham.

PALING VIRAL  Cara Bermain Saham Hanya dengan Modal Kecil

Saat tahun 1987 kurs dolar AS masih sekitar Rp 1.643,85 (mengacu data FX.sauder.ubc.ca), sehingga dengan besaran dana investasi di atas nilainya setara dengan Rp 16,44 juta saat itu.

Lebih lanjut, harga saham AMZN kemarin (12/6/2019) ditutup di level US$ 11.855,32/saham. Alhasil 556 saham AMZN (tanpa ada pembelian saham lagi), yang diinvestasikan selama kurang lebih 30 tahun saat ini bernilai US$ 1,03 juta

Jika dirupiahkan, nilai investasi tersebut setara Rp 14,65 miliar (asumsi kurs Rp 14.200/US$). Secara rupiah, nilai dana investor melonjak 89.109% atau 891 kali lipat, dimana ini berarti investor mengantongi cuan Rp 14,63 miliar.

Di lain pihak, uniknya, periode investasi dengan imbal hasil paling kecil adalah dalam satu tahun terakhir hanya memiliki return satu digit (8,83%).

Dari grafik di atas, pada kuartal keempat tahun lalu, harga saham perusahaan terjun bebas. Hal ini disebabkan, pasar saham dipenuhi kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, dan ketidakstabilan politik.

Leave a Reply